Office +62 21 278 48 119 Marketing : +62 819 2889 2828 sales@revanindo.com

Building Automation System

Kendalikan Seluruh Aspek Gedung anda dengan Building Automation System & Building Management System

Kami tidak sabar menanti Ide besar anda !

Layanan Kami

1

HVAC System

Acces & Sequrity

Fire Protection

Lighting Room

Emergency & Efficiency

Dapatkan Penawaran untuk Proyek anda

Integrated Building Management System

Building Automation System atau biasa di sebut BAS merupakan perpaduan mekanik, sistem listrik, peralatan sama mikroprosesor yang berinteraksi antar lainnya ke komputer. sehingga Komputer dan pengendali dalam Bulding Automation System / BAS dapat dihubungkan ke Internet atau berdiri sendiri hanya untuk jaringan Peer to Peer.

selebihnya, kontroler itu sendiri tidak memerlukan komputer untuk memproses fungsi kontrol karena controller memiliki prosesor internal sendiri.

Untuk Instalasi building Automation system BAS dengan melakukan tambahan modul thermocouple, transmitter, converter RS232/422/485 dan perangkat lain seperti digital meter, meter analog, sensor humidity, variable speed drive, dan building automation system software lainnya merupakan unit system yang terintegrasi menjadi sebuah sistem monitoring dan kontrol yang diperlukan dalam menunjang operasional dan management gedung.

Tahun Berdiri

Proyek Terselesaikan

Building Automation System

HVAC System

Yaitu sistem yang mengatur sistem Heat, ventilasi serta pendingin yang ada dalam suatu gedung. sehingga perputaran udara yang masuk menjadi lebih fresh dengan adanya HVAC System

Fire Protection

Fire Protection dapat mendeteksi kemungkinan adanya kebakaran. ini juga bisa diintegrasikan juga dengan Bulding Automation System. system ini terdiri dari Fire Alarm System, Fire Hydrant, Fire Extinguisher dan sebagainya

Acces & Sequrity

system ini dibangun untuk memonitoring keamanan dan akses dalam gedung. Dengan ini, keamanan bisa monitoring secara langsung maupun tidak

Lighting Room

Yaitu sistem penerangan dengan jaringan Smart. Sistem ini dapat menyuplai kebutuhan pencahayaan indoor dan outdoor dengan tepat sesuai kebutuhan di tempat dan waktu tertentu.

Emergency & Efficiency

yaitu sebuah sistem yang dapat mengontrol pengeluaran energi. Dengan menggunakan sistem ini, pengeluaran energi bisa diatur lebih bijak dari hal-hal yang menyebabkan terjadinya keborosan energi.

Mengapa REVANINDO ?

  • One-Stop Service untuk jasa konsultasi dan konstruksi
  • Berpengalaman dalam sistem Otomasi Bangunan
  • Memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku
  • Berkualitas tinggi dalam produk dan jasa

 

Revanindo adalah salah satu dari sekian banyak perusahaan yang menyediakan Building Automation System.

Kami sudah sangat berpengalaman dalam hal pemasangan dan perbaikan BAS sebelumnya. jadi tidak perlu khawatir dalam hal kualitas, kami juga selalu memberikan Harga yang bisa bersaing dengan perusahaan lain.

Hubungi Kami:

Office
+62 21 278 48 119

Marketing 1
+62 819 2889 2828

Marketing 2
+62 812-9616-1665

Panduan Implementasi Building Automation

Implementasi building automation dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut: Evaluasi Kebutuhan: Identifikasi kebutuhan dan tujuan Anda dalam mengimplementasikan sistem building automation. Tinjau sistem yang ada, identifikasi area yang perlu ditingkatkan, dan...

Manfaat Menggunakan Building Automation

Menggunakan sistem building automation memberikan banyak manfaat bagi pemilik bangunan dan anda dapat menggunakan jasa Kontraktor building automation terbaik. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang bisa Anda dapatkan dengan menggunakan building automation:...

Pilih Kontraktor Building Automation Terbaik

Keuntungan building automation, Mencari kontraktor building automation terbaik membutuhkan penelitian dan pertimbangan yang cermat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti untuk memilih kontraktor building automation terbaik: Penelitian dan Referensi:...

Keuntungan Menggunakan Building Automation

Menggunakan Layanan kontraktor building automation, sistem building automation memberikan banyak keuntungan bagi pemilik bangunan dan penghuni. Berikut adalah beberapa keuntungan utama yang bisa Anda dapatkan dengan menggunakan building automation: Efisiensi Energi:...

Solusi building automation, Layanan Kontraktor Building Automation

Layanan kontraktor building automation mencakup berbagai tugas terkait desain, instalasi, pengujian, dan pemeliharaan sistem building automation. Kontraktor building automation menyediakan solusi lengkap untuk mengotomatisasi berbagai aspek operasional bangunan,...

Temukan Solusi Building Automation, Kontraktor building automation terdekat

Untuk menemukan solusi building automation yang sesuai dengan kebutuhan Anda, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut: Identifikasi Kebutuhan Anda: Tentukan tujuan utama Anda dalam mengimplementasikan sistem building automation. Apakah Anda ingin meningkatkan...

Temukan Kontraktor Building Automation Terdekat

Bagaimana cara mendapatkan Penawaran kontraktor building automation ? Untuk menemukan kontraktor building automation terdekat, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut: Pencarian Online: Gunakan mesin pencari seperti Google untuk mencari "kontraktor building...

Daftar Harga Kontraktor Building Automation

Harga kontraktor building automation dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti ukuran proyek, kompleksitas sistem yang akan diimplementasikan, lokasi geografis, dan kebutuhan khusus lainnya. Sebaiknya Anda menghubungi beberapa kontraktor building...

Sistem Otomatisasi Kecerdasan Buatan

Sistem otomatisasi kecerdasan buatan (AI) menggabungkan teknologi AI dan otomatisasi untuk memberikan solusi yang cerdas dan adaptif dalam mengendalikan berbagai aspek dalam bangunan. Sistem ini menggunakan algoritma pembelajaran mesin dan analisis data untuk...

Sistem Otomatisasi HVAC Terbaik

Sistem otomatisasi HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) adalah solusi yang efektif untuk mengontrol dan mengoptimalkan operasi sistem HVAC dalam bangunan. Berikut adalah beberapa faktor yang membuat HVAC automation system menjadi yang terbaik: Pengaturan...
HVAC System

HVAC adalah singkatan dari Heating, Ventilation, and Air Conditioning (Pemanasan, Ventilasi, dan Pendingin Udara). Ini adalah teknologi yang digunakan untuk mengontrol suhu, kelembaban, dan kualitas udara dalam ruangan atau di dalam kendaraan. Sistem HVAC berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi penghuni bangunan atau penumpang kendaraan. Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang masing-masing komponen:

1. Heating (Pemanasan):
– Bertujuan untuk menambah suhu udara di dalam ruangan selama kondisi cuaca dingin.
– Sistem pemanas yang umum digunakan termasuk tungku, boiler, atau pemanas listrik.

2. Ventilation (Ventilasi):
– Proses mengganti atau mengganti udara di dalam ruangan untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan.
– Ini dapat melibatkan penghapusan udara lembap, berdebu, atau bau dan menggantikannya dengan udara segar dari luar.
– Ventilasi dapat dilakukan secara alami (melalui jendela dan celah) atau mekanis (dengan kipas dan sistem ducting).

3. Air Conditioning (Pendingin Udara):
– Digunakan untuk menurunkan suhu udara dalam ruangan selama kondisi cuaca panas.
– Sistem pendingin udara seringkali menggunakan refrigeran untuk menyerap panas dari dalam ruangan dan melepaskannya ke luar.

Fungsi dan Manfaat HVAC:
– Kontrol Suhu: Menjaga suhu ruangan tetap stabil sesuai dengan kebutuhan.
– Kontrol Kelembaban: Mengatur tingkat kelembaban udara agar tetap nyaman dan sehat.
– Kualitas Udara: Menyaring polutan, debu, dan alergen dari udara dalam ruangan.
– Kenyamanan: Menciptakan lingkungan yang nyaman bagi penghuni bangunan atau penumpang kendaraan.

Komponen Utama dalam Sistem HVAC:
– Thermostat: Alat yang digunakan untuk mengatur dan memantau suhu.
– Ductwork: Sistem saluran yang mengedarkan udara panas atau dingin ke seluruh bagian bangunan.
– Furnace atau Boiler: Komponen yang menghasilkan panas.
– Air Conditioner atau Heat Pump: Komponen yang mendinginkan udara.
– Ventilation Fans: Kipas yang membantu sirkulasi udara dan ventilasi.

Sistem HVAC dapat ditemukan dalam berbagai jenis bangunan, termasuk rumah tinggal, perkantoran, rumah sakit, dan kendaraan. Pengelolaan yang baik dari sistem HVAC dapat meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi biaya operasional.

Acces & Sequrity

Access & Security (Akses dan Keamanan) merujuk pada langkah-langkah dan sistem yang digunakan untuk mengontrol siapa yang dapat memasuki suatu tempat atau menggunakan suatu layanan serta melindungi aset, informasi, dan orang-orang dari ancaman atau bahaya. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang kedua aspek ini:

Akses (Access)

Akses merujuk pada kemampuan untuk masuk, menggunakan, atau mendapatkan sesuatu. Dalam konteks keamanan, ini mencakup:

1. Kontrol Akses Fisik:
– Sistem yang mengatur izin masuk ke gedung, ruangan, atau area tertentu.
– Contohnya termasuk kunci dan gembok, kartu akses, sistem biometrik (sidik jari, pengenalan wajah), dan pintu putar.

2. Kontrol Akses Digital:
– Langkah-langkah untuk memastikan hanya individu yang diizinkan yang dapat mengakses informasi atau sistem komputer tertentu.
– Ini termasuk kata sandi, autentikasi dua faktor (2FA), token keamanan, dan protokol enkripsi.

Keamanan (Security)

Keamanan melibatkan perlindungan dari ancaman, kerusakan, atau akses yang tidak sah. Ini terbagi dalam beberapa aspek:

1. Keamanan Fisik:
– Melindungi orang, aset, dan properti dari ancaman fisik seperti pencurian, vandalisme, atau serangan.
– Termasuk penggunaan satpam, sistem CCTV, alarm, dan pagar.

2. Keamanan Informasi:
– Melindungi data dan informasi dari akses yang tidak sah, pencurian data, atau serangan siber.
– Meliputi penggunaan firewall, antivirus, enkripsi data, dan kebijakan keamanan informasi.

3. Keamanan Operasional:
– Melibatkan prosedur dan praktik untuk memastikan operasi bisnis berjalan lancar dan aman.
– Ini bisa termasuk pemulihan bencana, rencana tanggap darurat, dan pelatihan keamanan untuk staf.

Manfaat Akses dan Keamanan

– Perlindungan Aset: Melindungi aset fisik dan digital dari pencurian atau kerusakan.
– Keselamatan Individu: Memastikan keselamatan karyawan, pelanggan, dan publik.
– Kepatuhan Regulasi: Mematuhi undang-undang dan peraturan yang terkait dengan keamanan dan privasi.
– Integritas Data: Menjamin bahwa data akurat dan tidak dimanipulasi oleh pihak yang tidak berwenang.
– Kelangsungan Bisnis: Mengurangi risiko gangguan operasi bisnis akibat ancaman keamanan.

Alat dan Teknologi untuk Akses dan Keamanan

– Kamera CCTV dan Pengawasan Video: Untuk memantau dan merekam aktivitas.
– Sistem Alarm: Untuk memberi peringatan tentang intrusi atau bahaya.
– Perangkat Lunak Keamanan: Termasuk antivirus, anti-malware, dan firewall untuk melindungi sistem komputer.
– Sistem Kontrol Akses: Kartu pintar, biometrik, dan autentikasi dua faktor untuk mengontrol akses ke area atau informasi terbatas.

Secara keseluruhan, Akses dan Keamanan adalah aspek penting dalam menjaga keamanan fisik dan digital dalam berbagai konteks, termasuk rumah, kantor, dan organisasi besar.

Fire Protection

Fire Protection atau Perlindungan Kebakaran merujuk pada berbagai metode dan sistem yang dirancang untuk mencegah kebakaran, mendeteksi kebakaran, mengendalikan penyebaran kebakaran, dan memadamkan kebakaran, serta melindungi orang dan properti dari dampak kebakaran. Perlindungan kebakaran sangat penting untuk menjaga keselamatan dan meminimalkan kerusakan dalam berbagai lingkungan, termasuk bangunan komersial, rumah tinggal, pabrik, dan fasilitas publik. Berikut adalah komponen utama dari sistem perlindungan kebakaran:

1. Pencegahan Kebakaran

Pencegahan kebakaran melibatkan langkah-langkah untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran, termasuk:
– Penggunaan bahan tahan api dalam konstruksi bangunan.
– Pelatihan keselamatan kebakaran untuk karyawan dan penghuni bangunan.
– Inspeksi rutin dan pemeliharaan sistem listrik, sistem pemanas, dan peralatan lain yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

2. Deteksi Kebakaran

Deteksi kebakaran bertujuan untuk mendeteksi kebakaran sedini mungkin sehingga tindakan dapat diambil sebelum kebakaran menyebar. Sistem deteksi kebakaran mencakup:
– Alarm kebakaran: Sistem yang mendeteksi asap, panas, atau api dan memberikan peringatan melalui alarm suara atau visual.
– Sensor asap dan panas: Alat yang dipasang di berbagai lokasi untuk mendeteksi tanda-tanda kebakaran.

3. Pengendalian Kebakaran

Pengendalian kebakaran bertujuan untuk membatasi penyebaran api dan asap, melindungi jalur evakuasi, dan mengurangi kerusakan. Ini mencakup:
– Sistem penyekat kebakaran: Dinding, pintu, dan penutup tahan api yang dirancang untuk menahan penyebaran api.
– Ventilasi kontrol asap: Sistem yang mengeluarkan asap dari dalam bangunan untuk menjaga jalur evakuasi tetap jelas dan mengurangi risiko menghirup asap beracun.

4. Pemadaman Kebakaran

Pemadaman kebakaran melibatkan penggunaan peralatan dan sistem untuk memadamkan api. Ini termasuk:
– Sistem sprinkler: Sistem pipa yang mengalirkan air secara otomatis saat terdeteksi panas yang cukup dari kebakaran.
– Alat pemadam api ringan (APAR): Alat portabel yang dapat digunakan untuk memadamkan api kecil.
– Sistem pemadam api berbasis gas: Menggunakan gas seperti CO2 atau bahan kimia lainnya untuk memadamkan api tanpa merusak peralatan elektronik.

5. Keselamatan dan Evakuasi

Keselamatan dan evakuasi melibatkan prosedur dan alat untuk memastikan bahwa orang-orang dapat dengan aman meninggalkan bangunan dalam keadaan darurat. Ini termasuk:
– Rencana evakuasi kebakaran: Panduan yang menginformasikan langkah-langkah yang harus diambil selama kebakaran.
– Pintu darurat dan tangga: Jalur keluar yang dirancang khusus untuk evakuasi cepat dan aman.
– Latihan evakuasi: Latihan berkala untuk memastikan semua orang mengetahui rencana evakuasi dan dapat mengevakuasi dengan cepat.

Manfaat Perlindungan Kebakaran

– Keselamatan Jiwa: Melindungi penghuni bangunan dari cedera atau kematian akibat kebakaran.
– Perlindungan Properti: Mengurangi kerusakan pada bangunan dan aset di dalamnya.
– Kepatuhan Regulasi: Memastikan bahwa bangunan mematuhi standar dan peraturan keselamatan kebakaran.
– Mengurangi Kerugian Ekonomi: Mencegah atau meminimalkan kerugian finansial akibat kebakaran.

Dengan menerapkan sistem dan prosedur perlindungan kebakaran yang efektif, risiko kerugian yang disebabkan oleh kebakaran dapat diminimalkan, memastikan lingkungan yang lebih aman bagi semua orang.

Lighting Room

Lighting Room atau Pencahayaan Ruangan merujuk pada penggunaan sumber cahaya untuk menerangi ruang dalam sebuah bangunan. Pencahayaan yang baik penting untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan fungsional. Pencahayaan ruangan mencakup berbagai jenis pencahayaan, teknik, dan pertimbangan desain untuk memastikan bahwa setiap area dalam ruangan memiliki tingkat pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan.

Jenis Pencahayaan Ruangan

1. Pencahayaan Umum (General Lighting):
– Digunakan untuk menerangi seluruh ruangan secara merata.
– Sumber pencahayaan umum biasanya berupa lampu langit-langit, lampu gantung, atau lampu sorot yang dipasang di plafon.

2. Pencahayaan Tugas (Task Lighting):
– Dirancang untuk menyediakan cahaya tambahan pada area tertentu yang digunakan untuk kegiatan spesifik seperti membaca, bekerja, atau memasak.
– Contohnya termasuk lampu meja, lampu baca, atau lampu bawah kabinet di dapur.

3. Pencahayaan Aksen (Accent Lighting):
– Digunakan untuk menyorot objek atau area tertentu untuk menciptakan fokus visual.
– Contohnya termasuk lampu sorot yang menyorot karya seni, tanaman, atau fitur arsitektur tertentu.

4. Pencahayaan Dekoratif (Decorative Lighting):
– Berfungsi sebagai elemen dekoratif sekaligus sumber cahaya.
– Contohnya termasuk lampu gantung artistik, lampu meja bergaya, atau lampu dinding dekoratif.

Pertimbangan Desain Pencahayaan

1. Kecerahan (Brightness):
– Tingkat kecerahan harus disesuaikan dengan fungsi ruangan. Ruang kerja atau belajar membutuhkan pencahayaan yang lebih terang dibandingkan dengan ruang tidur atau ruang keluarga.

2. Warna Cahaya (Color Temperature):
– Warna cahaya diukur dalam Kelvin (K). Cahaya putih hangat (2700K-3000K) cocok untuk area bersantai, sementara cahaya putih netral hingga putih dingin (3500K-5000K) lebih cocok untuk area kerja.

3. Distribusi Cahaya:
– Pencahayaan harus didistribusikan secara merata untuk menghindari bayangan yang tidak diinginkan dan area yang terlalu terang atau terlalu gelap.

4. Efisiensi Energi:
– Menggunakan lampu hemat energi seperti LED dapat mengurangi konsumsi energi dan biaya listrik.

5. Kontrol Pencahayaan:
– Menggunakan dimmer atau sensor cahaya untuk mengatur intensitas cahaya sesuai dengan kebutuhan dan waktu.

Manfaat Pencahayaan yang Baik

– Kenyamanan Visual: Pencahayaan yang tepat membantu mengurangi ketegangan mata dan meningkatkan kenyamanan visual.
– Produktivitas: Pencahayaan yang memadai di area kerja dapat meningkatkan fokus dan produktivitas.
– Keselamatan: Pencahayaan yang baik membantu mencegah kecelakaan dengan memastikan area terlihat jelas.
– Estetika: Desain pencahayaan yang baik dapat meningkatkan estetika dan suasana ruangan.
– Efisiensi Energi: Pencahayaan yang efisien dapat mengurangi konsumsi energi dan biaya operasional.

Teknik Pencahayaan

1. Layering:
– Menggunakan kombinasi pencahayaan umum, tugas, dan aksen untuk menciptakan kedalaman dan dimensi dalam ruangan.

2. Spotlighting:
– Menyorot elemen tertentu dalam ruangan, seperti karya seni atau tanaman hias, untuk menarik perhatian.

3. Ambient Lighting:
– Menciptakan suasana dengan menggunakan pencahayaan lembut dan tersebar, seperti lampu dinding atau lampu meja.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek pencahayaan ruangan, kita dapat menciptakan lingkungan yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetis dan nyaman untuk berbagai aktivitas.

Emergency & Efficiency

Emergency dan Efficiency adalah dua konsep yang penting dalam berbagai konteks, termasuk manajemen bisnis, perencanaan strategis, dan keselamatan.

Emergency (Darurat)

Darurat merujuk pada situasi yang memerlukan tindakan segera karena dapat menimbulkan risiko atau bahaya serius bagi kehidupan, properti, atau lingkungan. Contoh situasi darurat meliputi kebakaran, bencana alam, kecelakaan, dan kegagalan sistem kritis. Penanganan darurat memerlukan rencana dan kesiapan yang baik untuk meminimalkan dampak negatifnya.

Aspek Penting dalam Penanganan Darurat:
1. Rencana Tanggap Darurat: Dokumen yang memuat prosedur dan langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi darurat.
2. Pelatihan dan Simulasi: Latihan rutin untuk memastikan semua pihak tahu apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat.
3. Sistem Alarm dan Komunikasi: Alat untuk memberi peringatan dini dan mengoordinasikan respons darurat.
4. Sumber Daya dan Peralatan: Ketersediaan alat pemadam kebakaran, kit pertolongan pertama, dan peralatan lainnya yang diperlukan.
5. Evakuasi dan Keselamatan: Prosedur untuk mengevakuasi orang secara aman dan cepat dari area berbahaya.

Efficiency (Efisiensi)

Efisiensi adalah penggunaan sumber daya dengan cara yang paling efektif dan hemat untuk mencapai hasil yang diinginkan. Ini mencakup penggunaan waktu, tenaga, dan biaya dengan optimal untuk memaksimalkan output atau hasil.

Aspek Penting dalam Meningkatkan Efisiensi:
1. Proses yang Terdefinisi dengan Baik: Memiliki prosedur dan alur kerja yang jelas untuk menghindari pemborosan waktu dan sumber daya.
2. Teknologi dan Otomatisasi: Menggunakan teknologi untuk mengotomatisasi tugas-tugas rutin dan mengurangi kesalahan manusia.
3. Pengelolaan Sumber Daya: Mengalokasikan sumber daya seperti tenaga kerja, bahan baku, dan dana dengan bijak.
4. Pelatihan dan Pengembangan: Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan untuk meningkatkan produktivitas.
5. Pemantauan dan Evaluasi: Mengukur kinerja secara berkala untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan memastikan tujuan efisiensi tercapai.

Keterkaitan Emergency dan Efficiency

Kedua konsep ini sering saling berkaitan dalam berbagai situasi:

– Efisiensi dalam Penanganan Darurat: Merancang dan mengimplementasikan rencana tanggap darurat yang efisien untuk memastikan respons cepat dan efektif.
– Penghematan Sumber Daya: Efisiensi dalam penggunaan sumber daya selama situasi darurat untuk mengurangi kerugian dan meminimalkan gangguan operasional.
– Pemulihan Cepat: Menggunakan prinsip efisiensi untuk mempercepat proses pemulihan setelah kejadian darurat, mengembalikan operasi normal secepat mungkin.

Dengan memahami dan mengimplementasikan konsep Emergency dan Efficiency, organisasi dan individu dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik menghadapi situasi darurat dan mengelola sumber daya mereka dengan lebih efektif.

Kami tidak sabar menanti Ide besar anda !

Konsultasikan Sekarang !!! pastikan kami sudah mensurvey agar kami dapat memberikan penawaran terbaik anda.

× Ada yang bisa kami bantu ?