Office +62 21 278 48 119 Marketing : +62 819 2889 2828 sales@revanindo.com

Dalam Jasa Fire Alarm kita mengenal 3 Jenis Fire Alarm yaitu Fire Alarm System Konvensional, Fire Alarm System Addressable dan Fire Alarm System Semi Addresable.

ada sejumlah macam topologi atau sistim arsitektur buat instalasi fire sirene sistim. Memastikan macam topologi atau sistim arsitektur yang bakal dipakai buat instalasi fire sirene sistim paling penting buat dikerjakan terpenting di step rencana serta bentuk struktur fire sirene satu gedung.

sebab perihal ini memiliki pengaruh dalam penentuan macam perabotan fire sirene sistim keseluruhannya, dimulai dengan macam panel Master Kontrol Fire Sirene (MCFA), macam perelatan pendeteksi (detectors) serta macam perabotan lain yang bakal dipakai di instalasi fire sirene itu. Diketahui, ada 3 macam topologi atau sistim arsitektur instalasi fire sirene sistim yang sering dipakai salah satunya :

Macam Fire Alarm Sistem Konvensional, Fire Alarm System Addressable. Apa ketaksamaan, kelebihan serta bagaimana caranya memutuskan macam intalasi fire sirene itu, yok kita bicarakan bersama buat mengetahui Fire Alarm Sistem Konvensional, Fire Alarm System Addressable.

Mengetahui Fire Sirene Sistim Formal

Fire Alarm Sistem Konvensional yaitu macam fire sirene yang memanfaatkan satu atau bisa lebih circuit inisiasi yang terjalin ke perabotan pendeteksi seperti alat pendeteksi asap (smoke detectors), alat pendeteksi panas (heat detectors), alat pendeteksi gas (gas detectors) serta alat pendeteksi yang lain, memanfaatkan serangkaian kabel secara paralel.

Fire sirene sistim formal kebanyakan dipakai selaku struktur pendeteksi awal di sejumlah gedung yang cenderung lebih kecil serta tak bertingkat banyak seperti gedung perkantoran, gedung sekolah, minimarket, sejumlah kantor pemerintah yang nilai kecil. Struktur fire sirene formal begitu sesuai buat diimplementasikan di sejumlah gedung yang punya tata area yang simple serta sedikit skema area yang lebih komplek maka relatif masih ringan diketahui titik timbulnya api atau asap apabila berlangsung bahaya kebakaran.

Trik Kerja Fire Alarm Sistem Konvensional

Fire Sirene Sistim Formal Cara kerja fire sirene sistim formal yaitu sewaktu berlangsung kebakaran atau ada kesalahan manusia yang menimbulkan timbulnya asap, api atau menyebabkan panas maka temperatur area naik dengan penting jadi sensor pendeteksi asap (smoke detectors), sensor pendeteksi panas (heat detectors), sensor pendeteksi api (flame detectors) atau sensor pendeteksi gas (gas detectors) terkait alat pendeteksi awal yang terpasang, bakal kirim tanda pada panel kontrol fire sirene (MCFA) buat setelah itu panel master kontrol fire sirene (MCFA) itu bakal kirim tanda output pada sirene bell, lampu sinyal (indicator lamp), rotary lamp, horn storbe dsb.

selaku sirene peringatan awal pada penghuni gedung maka dapat diambil sejumlah langkah pencegehan buat menghindari terjadi insiden bahaya kebakaran yang semakin luas.

Kontrol Panel Fire Sirene dapat juga mengatakan dari lajur mana sumber berlangsungnya kabakaran yang diketahui oleh sensor-sensor yang terpasang itu sesuai sama area tarikan kabel yang udah ditentukan. Contohnya buat Area 1 buat menjumpai insiden kebakaran di Lantai 1 dalam satu gedung, Area 2 buat menjumpai insiden kebakaran yang berlangsung di Lantai 2, dan lain-lain.

Maka proses indentifikasi sumber bahaya kebakaran bertambah lebih cepat. Akan tetapi di fire sirene sistim formal tak dapat memperlihatkan dengan cara tepat diunit sensor pendeteksi yang mana menjumpai berlangsungnya asap, api atau panas itu dari kesemuanya serangkaian yang ada per area itu, maka pemilik gedung cuman mendapat data area nya saja atas posisi bahaya kebakaran itu.

Fire sirene sistim conventional bisa diintegrasikan dengan sub sistim lain seperti fire hydrant sistim lewat tambahan flow switch, fire sprinkler sistim lewat deluge valve atau trim valve sistim, sirene cek valve atau sirene gong, interkoneksi dengan lift sistim, interlock sistim dengan akses door sistim, interlock sistim dengan panel elektrikal serta sub sistim yang lain sesuai sama kepentingan pemakai gedung.

Trik Penempatan Fire Sirene Sistim Formal

Waktu ini struktur fire sirene formal sangat banyak dipakai terpenting buat sejumlah gedung yang bertaraf kecil seperti gedung sekolah, toko atau restaurant, gudang, perumahan atau gedung diskusi dll, ingat harga yang cenderung lebih murah serta trik penempatan fire sirene sistim formal yang lebih ringan diperbandingkan dengan Fire Alarm System Addressable.

Ini adalah sejumlah langkah serta trik penempatan fire sirene sistim formal biar diperoleh manfaat alat pendeteksi awal yang bisa bekerja baik salah satunya :

  • Pertama-pertama yang perlu dikerjakan sebelumnya melaksanakan penempatan yaitu memastikan beberapa titik peletakan sensor alat pendeteksi awal di semasing area dikeseluruhan gedung yang bakal terpasang fire sirene sistim formal tergolong perabotan input yang lain seperti Manual Call Poin atau manual Breakglass
  • Setelah itu memastikan macam detector yang sesuai sama semasing area itu, apa memanfaatkan smoke detector, heat detector, flame detector, gas detector atau macam alat pendeteksi awal yang lain sesuai sama situasi serta ciri-ciri area yang bakal diprotek.
  • Memastikan posisi peletakan perabotan output seperti sirene bell, indicator lamp, rotary lamp, horn strobe dll
  • Memastikan posisi peletakan panel kontrol atau Master Kontrol Fire Sirene (MCFA) yang memiliki fungsi buat mengatur semuanya fitur input ataupun fitur output di serangkaian fire sirene sistim formal itu.
  • Memastikan lajur kabel dari semasing area yang ada pada gedung yang bakal diprotek fire sirene sistim.
  • Dari serangkaian proses rencana peasangan fire sirene sistim formal tertera diatas, bakal dituangkan dalam satu gambar ide serta gambar kerja selaku rujukan bersama waktu proses penempatan fire sirene sistim formal.
  • Seusai gambar ide serta gambar kerja disepakati bersama, jadi step lalu tugas Jasa Fire Alarm yang mulai dengan penempatan pipa conduit serta penarikan kabel NYA 1.5mm 1 pair, atau kabel NYM 2×1.5mm, atau dapat juga ditukar dengan memanfaatkan kabel NYMHY sama ukuran 2 x 1.5 mm. Di fire sirene struktur formal ini kebanyakan detector itu bakal diapasangkan secara pararel ke terminal-terminal spesial yang kebanyakan punya nama L (positif/+) serta Lc (negative/-). Kebanyakan di lajur satu area fire sirene sistim tidak sekedar punya satu detector namun satu area itu dapat punya sejumlah detektor.
  • Seusai semuanya lajur kabel di semasing perabotan fire sirene dipasang, setelah itu terpasang equipment fire sirene sistim baik perabotan input seperti detector, manual call poin / breakglass, panel kontrol fire sirene ataupun perabotan output seperti sirene bell, lampu sinyal, horn strobe, rotary lamp dsb.
  • Melaksanakan penempatan kabel power di panel kontrol fire sirene (MCFA)
  • Melaksanakan kombinasi serta seting panel kontrol MCFA agar dapat menjumpai semuanya perabotan fire sirene yang udah dipasang agar dapat memiliki fungsi dengan bagus.
  • Step akhirnya dari proses penempatan fire sirene sytem formal yaitu melaksanakan tes serta commissioning kepada instalasi fire sirene sistim yang udah dipasang buat meyakinkan kalau struktur fire sirene itu udah memiliki fungsi dengan bagus sesuai sama impian serta rencana.

Harga Fire Sirene Sistim

Apabila Anda sedang cari vendor atau supplier yang melakukan Jasa Fire Alarm, langsung dapat mengabari kami di WhatsApp kami buat mendapat harga Fire Alarm System Addressable atau Konvensional. Harga Pemasangan Fire Alarm yang kami menawarkan begitu beradu, Anda langsung dapat ajukan pertanyaan lewat Telepon atau WhatsApp buat harga terhebat.

× Ada yang bisa kami bantu ?