Office +62 21 39712288, Marketing 1 : +62 819 2889 2828, Marketing 2 : +62 811-9128-284 info@revanindo.com

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki suhu udara yang cenderung panas dan lembab saat musim kemarau. Hal ini tentu berdampak pada kebutuhan pendingin ruangan yang berfungsi untuk menstabilkan suhu. Berbeda dengan sistem pendingin ruangan di unit perumahan, pendingin ruangan untuk gedung-gedung besar seperti pabrik memakai sistem manajemen udara khusus atau yang lebih dikenal dengan sistem AHU pendingin ruangan.
Sistem ini merupakan unit penanganan udara yang digunakan untuk memastikan kondisi lingkungan gedung memiliki kualitas udara yang baik, mulai dari suhu dan kelembaban yang terkendali, lancarnya pergerakan udara, hingga terbebas dari partikel-partikel berbahaya dari asap atau uap yang dapat mengontaminasi udara.

AHU sendiri merupakan kepanjangan dari Air Handling Unit yang AHU terdiri dari evaporator, blower, filter, ducting dan dumper. AHU umumnya diletakkan dalam sebuah ruangan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan di setiap gedung. Ruang AHU biasanya berada pada setiap lantai gedung meskipun ada kondisi yang mengharuskan beberapa lantai gedung hanya difasilitasi satu ruang AHU.

Lalu sebetulnya bagaimanakah prinsip kerja sistem AHU yang dipakai di gedung-gedung besar? Berikut proses dan penjelasan lengkapnya:

  1. Pertama-tama, 20% udara bebas dan 80% udara dari dalam ruangan akan diserap oleh sistem AHU. Proses penyerapan udara ini disebut dengan suplai.
  2. Kemudian suplai yang masuk ke sistem AHU pending ruangan ini akan melalui proses penyaringan udara yang terjadi dua kali yaitu menggunakan pre-filter dengan tingkat efisiensi sebesar 35% dan selanjutnya penyaringan udara medium filter dengan tingkat efisiensi hingga 95%
  3. Supply yang telah melewati proses penyaringan akan dialirkan ke evaporator. Evaporator berfungsi untuk mendinginkan temperatur dan mengurangi tingkat kelembaban udara.
  4. Setelah itu udara yang sudah memiliki temperatur dan kelembaban yang rendah akan disalurkan menuju ducting dan dikeluarkan kembali melalui dumper. Udara yang dikeluarkan memiliki debit tertentu yang telah disesuaikan sebelumnya.
  5. Proses ini pun terjadi secara berulang dan terus menerus.

Terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat akan memasang instalasi sistem AHU, diantaranya kategori atau klasifikasi ruangan, produk dan alat produksi yang digunakan, bentuk konstruksi ruangan, hingga jenis produksinya, apakah terjadi secara terbuka atau tertutup.

Memasang instalasi AHU dengan metode yang benar akan memberikan pengaruh yang besar dalam sebuah proses produksi karena suhu dan humiditas menjadi faktor penentu baik buruknya kualitas produk. Selain itu perlu dilakukan pemeliharaan instalasi AHU untuk meminimalkan terjadinya kerusakan.
Demikianlah penjelasan mengenai prinsip kerja AHU pendingin ruangan di gedung-gedung besar seperti perkantoran dan pabrik. Untuk perbaikan serta pemeliharaan instalasi AHU, Anda bisa mempercayakannya di service AHU milik kami. Kami siap memberikan pelayanan terbaik dengan ahli instalasi AHU yang berpengalaman. Segera hubungi nomor kontak yang tersedia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

× Ada yang bisa kami bantu ?