Office +62 21 278 48 119 Marketing : +62 819 2889 2828 sales@revanindo.com

Arsitektur Sistem Building Automation (BAS) terdiri dari beberapa komponen yang bekerja bersama untuk mengontrol dan mengelola sistem-sistem dalam gedung. Berikut adalah komponen utama dalam arsitektur BAS:

  1. Sensor: Sensor digunakan untuk mengumpulkan data tentang kondisi lingkungan dan kinerja sistem. Contoh sensor termasuk suhu, kelembaban, tekanan udara, kehadiran, dan sensor lainnya yang mengukur variabel penting dalam gedung.
  2. Aktuator: Aktuator bertugas menjalankan perintah yang diberikan oleh sistem BAS. Contohnya adalah motor untuk menggerakkan damper ventilasi, katup untuk mengatur aliran air atau gas, dan saklar untuk mengontrol pencahayaan.
  3. Controller: Controller merupakan otak dari sistem BAS. Ini mengumpulkan data dari sensor, menganalisis informasi tersebut, dan mengeluarkan perintah ke aktuator. Controller bisa berupa perangkat keras (seperti DDC – Direct Digital Controller) atau perangkat lunak yang menjalankan fungsi kontrol.
  4. Jaringan Komunikasi: Komunikasi antara sensor, aktuator, dan controller dilakukan melalui jaringan komunikasi. Jaringan ini bisa berbasis kabel (seperti Ethernet) atau nirkabel (seperti Wi-Fi atau Zigbee). Jaringan komunikasi memungkinkan pertukaran data yang cepat dan efisien antara komponen BAS.
  5. Manajemen Data dan Pemantauan: Komponen ini melibatkan perangkat lunak khusus yang mengumpulkan dan menganalisis data operasional dari berbagai sistem BAS. Data ini digunakan untuk memantau kinerja, mendeteksi masalah, dan memberikan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.
  6. Antarmuka Pengguna: Antarmuka pengguna memungkinkan pengelola atau operator gedung untuk berinteraksi dengan sistem BAS. Antarmuka ini dapat berupa aplikasi perangkat lunak, panel kontrol sentral, atau aplikasi mobile yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian sistem dari jarak jauh.

Dalam arsitektur BAS, komponen-komponen ini saling berhubungan dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang efisien, nyaman, dan aman di dalam gedung. Integrasi yang baik antara sensor, aktuator, controller, jaringan komunikasi, manajemen data, dan antarmuka pengguna adalah kunci keberhasilan implementasi sistem BAS yang efektif.

 Baca Juga : Pengertian dan Keunggulan dari Building Automation Services

beberapa komponen utama dalam arsitektur BAS

Arsitektur Sistem Building Automation (BAS) menggambarkan bagaimana komponen sistem saling berinteraksi dan berkomunikasi untuk mengelola sistem di dalam gedung. Berikut adalah beberapa komponen utama dalam arsitektur BAS:

  1. Sensor: Sensor merupakan perangkat yang mengumpulkan data dari lingkungan gedung, seperti suhu, kelembaban, kehadiran, atau kualitas udara. Sensor ini mendeteksi perubahan dalam lingkungan dan memberikan informasi kepada sistem untuk mengambil tindakan yang sesuai.
  2. Aktuator: Aktuator adalah perangkat yang mengendalikan operasi sistem berdasarkan sinyal yang diterima dari sistem BAS. Contohnya adalah aktuator yang mengendalikan pencahayaan, sistem HVAC, atau peralatan lainnya.
  3. Controller: Controller adalah pusat pengendalian dalam sistem BAS. Controller mengumpulkan data dari sensor, menganalisisnya, dan memberikan perintah kepada aktuator untuk mengontrol sistem. Controller dapat berupa perangkat keras yang terpasang di dalam gedung atau perangkat lunak yang berjalan di komputer atau server.
  4. Jaringan Komunikasi: Komunikasi antara komponen sistem BAS dilakukan melalui jaringan komunikasi. Ini dapat berupa jaringan kabel atau nirkabel, seperti Ethernet, Modbus, BACnet, atau Protokol Jaringan Lainnya. Jaringan komunikasi memungkinkan transfer data antara sensor, aktuator, dan controller.
  5. Manajemen Perangkat Lunak: Sistem BAS biasanya dilengkapi dengan perangkat lunak manajemen yang digunakan untuk mengatur, memonitor, dan mengontrol sistem secara keseluruhan. Perangkat lunak ini memungkinkan pengguna untuk melihat data, membuat jadwal, mengatur parameter, dan melakukan pemantauan serta analisis sistem.
  6. Integrasi Sistem: Arsitektur BAS mencakup integrasi sistem, yang menghubungkan sistem-sistem yang berbeda dalam gedung, seperti HVAC, pencahayaan, keamanan, kebakaran, dan lainnya. Integrasi sistem memungkinkan pengelolaan sentral dan koordinasi antara sistem-sistem tersebut.
  7. Pengguna Interface: Pengguna Interface merupakan antarmuka yang digunakan oleh pengguna atau operator untuk berinteraksi dengan sistem BAS. Ini dapat berupa panel kontrol fisik, antarmuka grafis komputer, atau aplikasi mobile. Pengguna Interface memungkinkan pengguna untuk memantau kinerja sistem, mengatur pengaturan, dan menerima laporan serta notifikasi.

Dalam arsitektur BAS, komponen-komponen ini bekerja bersama-sama untuk menciptakan lingkungan yang optimal dalam gedung, meningkatkan efisiensi energi, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan kenyamanan penghuni.

 Baca Juga : Mengenal Cara Kerja dari Building Automation Services Inc

arsitektur umum dari sistem BAS

Arsitektur Sistem Building Automation (BAS) terdiri dari beberapa komponen yang bekerja bersama untuk mengontrol dan mengelola sistem di dalam gedung. Berikut adalah arsitektur umum dari sistem BAS:

  1. Field Devices: Komponen ini termasuk sensor dan aktuator yang terhubung langsung ke sistem-sistem dalam gedung, seperti sistem HVAC, pencahayaan, keamanan, dan lain-lain. Sensor mengumpulkan data lingkungan dan performa sistem, sedangkan aktuator menggerakkan peralatan atau mengatur parameter tertentu.
  2. Control Panels: Control panels adalah pusat pengendalian sistem BAS. Mereka menerima input dari field devices, menganalisis data, dan mengambil keputusan berdasarkan pengaturan yang telah ditentukan sebelumnya. Control panels dapat berupa perangkat keras fisik atau perangkat lunak yang dijalankan di dalam komputer.
  3. Komunikasi Jaringan: Komunikasi jaringan digunakan untuk menghubungkan semua komponen dalam sistem BAS. Ini memungkinkan pertukaran data dan instruksi antara field devices, control panels, dan sistem lainnya yang terhubung. Jaringan ini dapat berbasis kabel atau nirkabel, seperti Ethernet, Modbus, atau BACnet.
  4. Titik Kontrol: Titik kontrol adalah antarmuka yang digunakan oleh pengguna atau operator untuk mengakses dan mengendalikan sistem BAS. Ini bisa berupa panel kontrol sentral, aplikasi perangkat lunak, atau perangkat mobile. Melalui titik kontrol, pengguna dapat memantau kinerja sistem, mengatur parameter, dan menerima laporan atau notifikasi.
  5. Perangkat Lunak Manajemen Gedung: Sistem BAS juga melibatkan perangkat lunak manajemen gedung yang memfasilitasi pemantauan, analisis, dan pengaturan sistem secara keseluruhan. Perangkat lunak ini memungkinkan pengelolaan sentral dari berbagai sistem, pemantauan energi, pemeliharaan jadwal, dan laporan kinerja.
  6. Integrasi Sistem: Arsitektur BAS memungkinkan integrasi dengan sistem lain dalam gedung, seperti sistem keamanan, sistem pemantauan video, sistem keamanan kebakaran, dan lain-lain. Integrasi ini memungkinkan pertukaran data dan koordinasi antara sistem-sistem tersebut untuk mencapai operasi yang terkoordinasi.

Melalui arsitektur ini, sistem BAS dapat mengumpulkan data, menganalisis informasi, mengambil keputusan, dan mengontrol sistem-sistem dalam gedung secara otomatis. Hal ini memungkinkan pengelolaan yang efisien, penghematan energi, peningkatan kenyamanan penghuni, dan pengelolaan sistem yang terintegrasi dengan baik.

 Baca Juga : Mengenal Building Automation System Installation Pada Gedung

Berikut adalah arsitektur umum dari Sistem Building Automation

Arsitektur Sistem Building Automation (BAS) terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja bersama untuk mengontrol dan mengelola sistem-sistem dalam gedung. Berikut adalah arsitektur umum dari Sistem Building Automation:

  1. Perangkat Keras (Hardware):
    • Sensor: Sensor-sensor digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai aspek dalam gedung, seperti suhu, kelembaban, pencahayaan, gerakan, dan lain-lain. Sensor-sensor ini mengirimkan data ke sistem pengontrol.
    • Aktuator: Aktuator digunakan untuk mengontrol sistem-sistem dalam gedung, seperti pengaturan suhu, pencahayaan, ventilasi, dan lain-lain. Aktuator menerima instruksi dari sistem pengontrol dan menggerakkan sistem-sistem tersebut.
    • Kontroler: Kontroler merupakan otak dari BAS yang mengelola dan mengontrol seluruh sistem-sistem dalam gedung. Kontroler menerima data dari sensor-sensor, menganalisisnya, dan memberikan instruksi kepada aktuator untuk mengatur sistem-sistem tersebut.
    • Pusat Pengendalian: Pusat pengendalian adalah tempat di mana operator atau pengelola gedung dapat memantau dan mengendalikan sistem-sistem dalam gedung. Pusat pengendalian ini dilengkapi dengan antarmuka pengguna yang intuitif untuk memantau kinerja sistem, menerima notifikasi, dan mengatur pengaturan secara manual jika diperlukan.
  2. Perangkat Lunak (Software):
    • Sistem Manajemen Bangunan (Building Management System/BMS): BMS adalah perangkat lunak yang mengintegrasikan semua sistem-sistem dalam gedung. BMS memungkinkan pengelola untuk mengontrol dan memantau sistem-sistem tersebut melalui antarmuka yang terpusat. BMS juga menyediakan fitur pemrograman, pemantauan kinerja, analisis data, dan pelaporan.
    • Sistem Operasi: Sistem operasi khusus atau platform perangkat lunak digunakan untuk menjalankan perangkat keras dan mengoperasikan sistem-sistem dalam BAS. Sistem operasi ini memastikan interaksi yang lancar antara perangkat keras, perangkat lunak, dan pengguna.
  3. Jaringan Komunikasi:
    • Jaringan Kabel: Sistem BAS menggunakan kabel jaringan seperti Ethernet atau kabel bus (seperti Modbus atau BACnet) untuk menghubungkan perangkat keras, kontroler, pusat pengendalian, dan sensor-sensor.
    • Jaringan Nirkabel: Beberapa komponen BAS dapat menggunakan teknologi nirkabel, seperti Wi-Fi atau Bluetooth, untuk berkomunikasi antara satu sama lain atau dengan perangkat seluler.
  4. Integrasi Sistem:
    • Integrasi Keamanan: Sistem keamanan, seperti sistem akses kontrol atau CCTV, dapat diintegrasikan dengan BAS. Hal ini memungkinkan pengelola untuk memantau dan mengendalikan sistem keamanan secara terpadu.
    • Integrasi HVAC: Sistem HVAC, termasuk perangkat pemanas, pendingin, dan ventilasi, diintegrasikan dengan BAS. BAS mengontrol suhu, kelembaban, dan aliran udara untuk mencapai efisiensi energi yang optimal dan kenyamanan penghuni gedung.
    • Integrasi Pencahayaan: Sistem pencahayaan dapat diintegrasikan dengan BAS untuk mengatur pencahayaan dalam gedung sesuai kebutuhan. Ini termasuk pengaturan intensitas cahaya, pengaturan jadwal, dan pengendalian otomatis berdasarkan kehadiran atau pencahayaan alami.
    • Integrasi Sistem Lainnya: BAS juga dapat mengintegrasikan sistem-sistem lain dalam gedung, seperti sistem proteksi kebakaran, sistem pengukuran energi, sistem pengolahan air, dan lain-lain.

Dengan arsitektur yang tepat, Sistem Building Automation dapat meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keamanan gedung. Integrasi sistem dan penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak yang terkoordinasi dengan baik memungkinkan pengelola gedung untuk mengoptimalkan operasi dan pengelolaan sumber daya.

 Baca Juga : Ketahui Fungsi Building Automation Systems Companies

Berikut adalah arsitektur umum dari sistem BAS

Arsitektur sistem Building Automation (BAS) terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja bersama untuk mengontrol dan mengelola sistem di dalam gedung. Berikut adalah arsitektur umum dari sistem BAS:

  1. Perangkat Keras (Hardware):
    • Pengendali Sentral (Central Controller): Merupakan otak dari sistem BAS. Pengendali sentral mengumpulkan data, mengendalikan perangkat, dan mengkoordinasikan fungsi sistem.
    • Sensor dan Peralatan Terhubung (Connected Devices): Termasuk sensor suhu, sensor gerakan, saklar, aktuator, pemancar, dan peralatan lainnya. Mereka mengumpulkan data dan menerima instruksi dari pengendali sentral.
    • Jaringan Komunikasi: Menghubungkan semua perangkat dalam sistem BAS. Ini dapat berupa jaringan kabel (Ethernet, Modbus, BACnet) atau nirkabel (Wi-Fi, Bluetooth, Zigbee).
  2. Perangkat Lunak (Software):
    • Sistem Manajemen Gedung (Building Management System/BMS): Merupakan software yang digunakan untuk mengontrol dan mengelola sistem-sistem dalam gedung. BMS menyediakan antarmuka pengguna yang memungkinkan pemantauan, pengaturan, dan analisis data.
    • Program Kontrol: Merupakan perangkat lunak yang menjalankan algoritma kontrol dan memungkinkan pengaturan otomatis dan manual sistem-sistem dalam gedung.
    • Database dan Analitik: Menyimpan data operasional dan performa gedung. Data ini digunakan untuk analisis performa, pemantauan energi, dan pengambilan keputusan.
  3. Sistem-Sistem Terkait:
    • HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning): Sistem ini mengendalikan suhu, kelembaban, dan sirkulasi udara di dalam gedung.
    • Pencahayaan: Sistem ini mengendalikan pencahayaan ruangan dan keberadaan cahaya alami.
    • Keamanan: Sistem keamanan meliputi akses kontrol, pengawasan video, alarm kebakaran, dan sistem deteksi bahaya lainnya.
    • Kelistrikan: Meliputi kontrol distribusi listrik, pemantauan konsumsi energi, dan sistem manajemen daya.
  4. Antarmuka Pengguna:
    • GUI (Graphical User Interface): Antarmuka pengguna berbasis grafis yang memungkinkan pengguna untuk memantau, mengatur, dan mengontrol sistem BAS.
    • Mobile App: Aplikasi seluler yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mengendalikan sistem BAS dari perangkat mobile.

Dalam arsitektur sistem BAS, perangkat keras, perangkat lunak, dan sistem-sistem terkait bekerja sama untuk mengoptimalkan penggunaan energi, meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kenyamanan penghuni, dan meningkatkan keamanan dalam gedung.

× Ada yang bisa kami bantu ?