Office +62 21 278 48 119 Marketing : +62 819 2889 2828 sales@revanindo.com

Gas Fire Fighting merupakan salah satu metode yang efektif dalam memadamkan kebakaran. Berikut ini adalah beberapa jenis gas Fire Fighting yang umum digunakan untuk memberikan keamanan maksimal:

  1. Gas CO2 (Carbon Dioxide):
    • Manfaat: Gas CO2 bekerja dengan menghilangkan oksigen dari area kebakaran, sehingga memadamkan api. Gas ini tidak meninggalkan residu atau kerusakan fisik pada benda-benda yang terkena gas.
    • Penggunaan: Gas CO2 sering digunakan di ruang server, ruang listrik, dan area di mana kebakaran dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik sensitif.
  2. Gas Inert (Inert Gas):
    • Manfaat: Gas inert, seperti gas nitrogen atau gas argon, bekerja dengan mengurangi kadar oksigen di area kebakaran. Dengan mengurangi kandungan oksigen, gas ini dapat memadamkan api tanpa merusak peralatan atau benda lainnya.
    • Penggunaan: Gas inert digunakan di area yang mengandung bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti arsip, laboratorium, atau ruang penyimpanan bahan kimia.
  3. FM200:
    • Manfaat: FM200 adalah bahan kimia yang bekerja dengan menghilangkan panas dari area kebakaran dan menghambat reaksi kimia yang diperlukan untuk mempertahankan api. Gas ini tidak meninggalkan residu atau kerusakan fisik setelah penggunaannya.
    • Penggunaan: FM200 sering digunakan di area yang memiliki nilai aset tinggi, seperti ruang server, ruang kontrol, atau museum, di mana perlindungan terhadap kebakaran dan kerusakan yang minimal sangat penting.
  4. Novec 1230:
    • Manfaat: Novec 1230 adalah cairan yang menguap dengan cepat saat terkena suhu tinggi. Ini memungkinkan penyebaran cepat ke seluruh area kebakaran, menghilangkan panas dan memadamkan api dengan efektif.
    • Penggunaan: Novec 1230 sering digunakan di ruang server, ruang kontrol, atau area yang memerlukan pemadam api yang cepat, efektif, dan tidak meninggalkan residu.

Pemilihan jenis gas Fire Fighting yang tepat harus mempertimbangkan faktor seperti jenis kebakaran yang mungkin terjadi, jenis bahan yang ada di area tersebut, serta keselamatan manusia dan perlindungan aset. Penting untuk berkonsultasi dengan ahli Fire Fighting atau profesional yang berpengalaman dalam menentukan jenis gas Fire Fighting yang sesuai dan melakukan instalasi serta pemeliharaan yang benar.

 Baca Juga : ini dia beberapa komponen yang ada pada FM200 Fire System

beberapa jenis gas Pemadam Kebakaran yang umum digunakan untuk keamanan maksima

Gas Fire Fighting adalah metode pemadam kebakaran yang menggunakan gas sebagai agen pemadaman. Berikut ini adalah beberapa jenis gas Fire Fighting yang umum digunakan untuk keamanan maksimal:

  1. Gas Karbondioksida (CO2):
    • Manfaat: Gas CO2 bekerja dengan menghilangkan oksigen dari area terbakar, sehingga memadamkan api secara efektif. Gas ini tidak meninggalkan residu dan tidak merusak peralatan elektronik.
    • Penggunaan: Gas CO2 sering digunakan untuk melindungi ruang server, ruang kontrol, ruang arsip, atau area dengan peralatan elektronik sensitif lainnya.
  2. FM200 (Heptafluoropropane):
    • Manfaat: FM200 adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak meninggalkan residu. Gas ini memiliki kemampuan pemadaman yang cepat dan efektif dengan mereduksi suhu dan menghilangkan oksigen.
    • Penggunaan: FM200 biasanya digunakan di ruang komputer, ruang arsip, museum, laboratorium, atau area di mana pemadaman cepat diperlukan tanpa merusak peralatan.
  3. Novec 1230 (FK-5-1-12):
    • Manfaat: Novec 1230 adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menghantarkan listrik. Gas ini memiliki dampak lingkungan yang rendah dan memiliki kinerja pemadaman yang sangat baik.
    • Penggunaan: Novec 1230 digunakan untuk melindungi ruang komputer, ruang server, peralatan sensitif elektronik, museum, dan area dengan risiko kebakaran tinggi.
  4. Argonite (IG-55):
    • Manfaat: Argonite adalah campuran gas argon dan nitrogen yang tidak berbahaya, tidak beracun, dan ramah lingkungan. Gas ini bekerja dengan mengurangi konsentrasi oksigen di dalam ruangan untuk memadamkan kebakaran.
    • Penggunaan: Argonite digunakan di area yang mengandung bahan berharga, pusat data, ruang komputer, ruang arsip, atau area dengan risiko kebakaran tinggi.

Pemilihan jenis gas Fire Fighting yang tepat harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan, jenis kebakaran yang mungkin terjadi, dan perlindungan yang dibutuhkan. Penting untuk berkonsultasi dengan ahli Fire Fighting untuk merancang sistem pemadam kebakaran gas yang sesuai dengan kebutuhan spesifik Anda, serta mematuhi aturan dan regulasi yang berlaku.

 Baca Juga : Ini dia Pengertian Alat Pemadam Api CO2 atau Carbon Dioxide

beberapa jenis gas Fire Fighting yang umum digunakan untuk keamanan maksima

Jenis gas Fire Fighting digunakan sebagai media pemadam api yang efektif dan aman dalam situasi kebakaran di mana penggunaan air tidak cocok atau berpotensi merusak barang berharga atau peralatan sensitif. Berikut ini adalah beberapa jenis gas Fire Fighting yang umum digunakan untuk keamanan maksimal:

  1. Gas CO2 (Carbon Dioxide):
    • Manfaat: Gas CO2 adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak meninggalkan residu setelah penggunaan. Gas ini bekerja dengan menghilangkan oksigen dari area terbakar, sehingga memadamkan api dengan cepat dan efektif.
    • Penggunaan: Gas CO2 sering digunakan di ruang server, laboratorium kimia, area dengan peralatan listrik sensitif, dan mesin atau ruang yang berisiko tinggi terhadap kebakaran.
  2. FM200 (HFC-227ea):
    • Manfaat: FM200 Fire Suppression adalah bahan kimia gas yang ramah lingkungan dan memiliki potensi rendah untuk merusak lingkungan. Gas ini bekerja dengan menghilangkan panas dari area terbakar dan mengurangi konsentrasi oksigen, sehingga memadamkan kebakaran dengan cepat tanpa merusak barang atau peralatan.
    • Penggunaan: FM200 sering digunakan di ruang komputer, pusat data, ruang arsip, museum, perpustakaan, atau area lain yang memerlukan perlindungan terhadap kebakaran tanpa menggunakan air.
  3. Novec 1230:
    • Manfaat: Novec 1230 adalah gas pemadam api yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menghantarkan listrik. Gas ini memiliki kemampuan pendinginan yang tinggi untuk memadamkan kebakaran dengan cepat dan efektif.
    • Penggunaan: Novec 1230 sering digunakan di ruang server, pusat data, pusat komunikasi, laboratorium, museum, atau area yang mengandung peralatan sensitif dan berharga.
  4. Argonite:
    • Manfaat: Argonite adalah campuran gas argon dan nitrogen yang bekerja dengan mengurangi konsentrasi oksigen di dalam ruangan terbakar, sehingga mencegah api berkembang dan memadamkan kebakaran.
    • Penggunaan: Argonite sering digunakan di ruang komputer, pusat data, ruang arsip, atau area yang mengandung peralatan elektronik dan sensitif terhadap air.

Pemilihan jenis gas Fire Fighting harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lingkungan serta peralatan yang perlu dilindungi. Penting untuk mengonsultasikan ahli Fire Fighting untuk menentukan jenis gas yang paling cocok dan memastikan instalasi dan penggunaannya sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.

 Baca Juga : Jasa Instalasi Fire Hydrant Terbaik dan Bergaransi

beberapa jenis gas Fire Fighting yang umum digunakan untuk keamanan maksimal

Gas Fire Fighting merupakan salah satu metode yang efektif untuk memadamkan kebakaran dalam ruangan yang sensitif atau di mana penggunaan air tidak diinginkan. Berikut ini adalah beberapa jenis gas Fire Fighting yang umum digunakan untuk keamanan maksimal:

  1. Gas Karbon Dioksida (CO2):
    • Manfaat: Gas CO2 adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menghantarkan listrik. Ketika dilepaskan ke area kebakaran, gas CO2 bekerja dengan cepat untuk menghilangkan oksigen dan mereduksi suhu, memadamkan api secara efektif.
    • Penggunaan: Gas CO2 sering digunakan di ruang server, lab komputer, ruang arsip, dan area elektronik lainnya yang sensitif terhadap kerusakan air. Mereka juga digunakan di ruang mesin dan generator, serta pada peralatan listrik dan elektronik lainnya.
  2. Gas Inert:
    • Manfaat: Gas inert, seperti nitrogen (N2), argon (Ar), dan helium (He), adalah gas yang tidak mudah terbakar dan tidak beracun. Mereka membantu memadamkan kebakaran dengan mengurangi konsentrasi oksigen di area kebakaran.
    • Penggunaan: Gas inert sering digunakan di ruangan yang berisi bahan yang mudah terbakar, seperti arsip, ruang server, ruang kontrol, dan fasilitas pengolahan kimia.
  3. HFC-227ea (Heptafluoropropane):
    • Manfaat: HFC-227ea adalah gas pemadam api berbasis kimia yang efektif dan ramah lingkungan. Saat dilepaskan ke area kebakaran, gas ini menghilangkan panas dan memadamkan api dengan cepat tanpa meninggalkan residu atau merusak barang-barang yang ada.
    • Penggunaan: HFC-227ea sering digunakan di lingkungan di mana konservasi bahan dan kebersihan setelah pemadaman kebakaran penting, seperti perpustakaan, museum, galeri seni, dan pusat data.
  4. FM-200 (HFC-227ea):
    • Manfaat: FM200 Fire Suppression adalah gas pemadam api berbasis kimia yang cepat, efektif, dan ramah lingkungan. Gas ini dapat memadamkan kebakaran dengan cepat tanpa meninggalkan residu atau merusak barang-barang yang ada.
    • Penggunaan: FM-200 sering digunakan di lingkungan di mana proteksi terhadap barang-barang berharga dan kecepatan pemadaman kebakaran penting, seperti ruang server, lab komputer, dan ruang kontrol.

Pemilihan jenis gas Fire Fighting yang tepat harus mempertimbangkan karakteristik ruangan, jenis material yang ada, dan persyaratan keamanan yang spesifik. Penting untuk bekerja sama dengan ahli Fire Fighting untuk merancang sistem pemadam kebakaran yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan mematuhi standar keselamatan yang berlaku.

 Baca Juga : Kontraktor Fire Suppression Jakarta terbaik di Indonesia

beberapa jenis gas Fire Fighting yang umum digunakan untuk mencapai keamanan maksima

Gas Fire Fighting atau sistem pemadam api berbasis gas adalah salah satu metode efektif untuk memadamkan kebakaran. Berikut ini adalah beberapa jenis gas Fire Fighting yang umum digunakan untuk mencapai keamanan maksimal:

  1. CO2 (Carbon Dioxide):
    • Manfaat: CO2 adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak meninggalkan residu setelah pemadaman. CO2 memiliki sifat penghilang oksigen yang efektif, sehingga dapat memadamkan kebakaran dengan mengurangi konsentrasi oksigen di area terdampak.
    • Penggunaan: CO2 sering digunakan dalam ruang server, ruang elektronik, ruang arsip, dan area lain dengan peralatan sensitif atau berharga yang rentan terhadap kerusakan akibat air atau residu.
  2. FM200 (HFC-227ea):
    • Manfaat: FM200 adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak meninggalkan residu setelah pemadaman. Gas ini memiliki kemampuan pendinginan yang baik dan menghilangkan oksigen untuk memadamkan kebakaran dengan cepat.
    • Penggunaan: FM200 banyak digunakan dalam lingkungan di mana kerusakan oleh air atau bahan kimia dapat berdampak negatif, seperti ruang server, ruang kontrol elektronik, museum, dan galeri seni.
  3. Novec 1230:
    • Manfaat: Novec 1230 adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menghantarkan listrik. Gas ini memiliki kemampuan pendinginan yang baik dan menghilangkan oksigen, sehingga efektif dalam memadamkan kebakaran.
    • Penggunaan: Novec 1230 sering digunakan di lingkungan yang sensitif terhadap kerusakan oleh air atau residu, seperti laboratorium, pusat data, fasilitas medis, dan ruang arsip.
  4. Inergen (IG-541):
    • Manfaat: Inergen adalah campuran gas alami yang tidak berbahaya bagi manusia. Gas ini bekerja dengan mengurangi konsentrasi oksigen dalam ruangan untuk memadamkan kebakaran tanpa menghasilkan residu yang merugikan.
    • Penggunaan: Inergen sering digunakan di ruang komputer, pusat data, ruang server, dan area di mana pemadaman kebakaran yang bersih dan cepat diperlukan.

Pemilihan jenis gas Fire Fighting yang tepat harus mempertimbangkan karakteristik dan persyaratan lingkungan, serta keamanan manusia. Penting untuk berkonsultasi dengan ahli Fire Fighting dan mematuhi regulasi yang berlaku untuk memastikan penggunaan gas Fire Fighting yang aman dan efektif.

× Ada yang bisa kami bantu ?