Office +62 21 39712288, Marketing 1 : +62 819 2889 2828, Marketing 2 : +62 811-9128-284 info@revanindo.com

Simak Skema Chiller Berikut Secara Umum

Skema chiller pada umumnya sama halnya dengan sistem kerja AC Split, yaitu mesin refrigerasi yang terdiri dari beberapa komponen utama yang terdiri dari kompresor, kondensor, evaporator, dan juga ekspansi.
Terjadi pertukaran kalor pada bagian evaporator dan kondensor. Ada air pada air cooled chiller yang berguna sebagai refrigeran sekunder untuk mengambil kalor dari bahan yang sedang didinginkan. Air ini bisa mengalami perubahan suhu jika menyerap kalor dan membebaskannya di evaporator.
Chiller merupakan alat perpindahan kalor atau panas yang memanfaatkan sistem pendingin guna menghilangkan panas pada beban proses sekaligus melepaskan atau mengalihkan panas ke dalam lingkungan. Alat ini bisa dikategorikan sebagai sebuah mesin pendingin untuk mengondisikan fasilitas umum dan fasilitas industri.

Skema chiller memiliki tahapan – tahapan seperti berikut ini:

1. Proses kompresi : Proses ini dimuali ketika refrigerant meninggalkan evaporator. Kemudian refrigerant yang awalnya berwujud gas atau uap, bertemperatur rendah dan bertekanan rendah masuk ke dalam kompresor dan didalam kompresor refrigerant dikompresikan tetap pada wujud gas dan mempunyai tekanan dan temperatur yang tinggi untuk dialirkan menuju kondensor.

2. Proses kondensasi : Diawali ketika refrigerant keluar dari kompresor dan berwujud gas, memiliki tekanan dan temperatur yang tinggi. Kemudian refrigerant dialirkan menuju kondensor, dan terjadi perubahan fase dari gas menjadi cair dan memiliki temperatur yang lebih rendah tetapi tekanan pada refrigerant ini masih tinggi. Kemudian refrigerant dialirkan menuju ke exvantion valve.

3. Proses penurunan tekanan :Proses penurunan tekanan diawali pada saat refrigerant keluar dari kondensor. Dalam exvantion valve, terjadi proses penurunan tekanan referigerant sehingga referigerant cair yang keluar dari exvantion valve , memiliki tekanan yang rendah dan temperatur rendah, kemudian dialirkan menuju ke evaporator.

4. Proses evaporasi : Diawali pada saat refrigerant akan masuk ke dalam evaporator. Pada proses evaporasi ini refrigerant memiliki wujud cair dan bertekanan dan temperatur rendah, yang dimanfaatkan untuk mendinginkan media air yang melewati evaporator. Karena air yang melewati evaporator mempunyai temperatur yang lebih tinggi di bandingkan dengan refrigerant yang mengalir di dalam evaporator. Maka terjadilah fase perubahan wujud refrigerant dari cair menjadi gas. Ini terjadi karena pada bagian ini juga terjadi proses penarikan kalor, yang selanjutnya akan di buang pada bagian kondensor. Kemudian refrigerant dialirkan menuju kompresor kembali.

Skema chiller berjalan memberikan bantuan untuk mendinginkan suhu media air di bagian evaporatornya, kemudian air yang sudah didinginkan selanjutnya akan dialirkan ke dalam fan coil unit berkapasitas kecil serta air handling unit untuk kapasitas lebih besar dalam mendinginkan udara. Kemudian udara dingin hasil keluarannya, didistribusikan ke setiap ruangan guna mengkondisikan ruangan itu sendiri. Biasanya sistem pendingin chiller dimanfaatkan di gedung – gedung perhotelan.

× Ada yang bisa kami bantu ?